Rasa Lapar dan Daya Ingat

Terserang rasa lapar saat bekerja cenderung mengganggu. Tetapi, jangan buru-buru memesan cemilan atau makanan berat. Sebaiknya manfaatkan rasa lapar tersebut untuk mendongkrak kinerja Anda.

Sebuah hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Yale University, Amerika Serikat ini mengungkapkan bahwa perut yang kosong ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan daya ingat.

Para ilmuwan Amerika tersebut menemukan bahwa hormon pemicu lapar, ghrelin bisa meningkatkan sinaps, sambungan syaraf, dalam otak. Hormon ghrelin dilepaskan oleh lambung yang kosong ke dalam aliran darah. Hormon ini dikenal mampu mengaktifkan syaraf penerima di otak.

Sebelumnya, para ilmuwan mengetahui bahwa hormon tersebut bekerja di bagian otak yang disebut hypothalamus. Namun para peneliti ini menemukan bahwa hormon itu kemungkinan mengaktifkan bagian otak yang lain,yaitu hippocampus, yang dibutuhkan untuk proses belajar. Dalam jurnal Nature Neuroscience tertulis bahwa penelitian ini membuktikan bahwa hormon ghrelin lebih mengendalikan fungsi otak dan menunjukkan adanya kaitan molekuler antara kemampuan belajar dan metabolisme energi.


Penelitian ini tentu saja meningkatkan harapan untuk menemukan obat baru, yang berhubungan dengan gangguan memori, seperti Alzheimer. Namun para peneliti mengingatkan efek samping, yaitu risiko pertambahan berat badan. Pendapat tentang hal tersebut disampaikan oleh Profesor Stephen Bloom, ahli pengendali nafsu makan dari Imperial College London, pada bbc.com, ”Daya ingat dapat “dinyalakan” dan “dimatikan”, dan kerap menyala justru saat stres.” Penelitian tersebut menarik dan logis bahwa kita jadi lebih waspada dan siaga untuk mengingat, menggali ingatan lebih baik saat stres akibat lapar,” kata Stephen Bloom.

dari sini

Leave a Comment