Pelajaran dari Sebuah Telepon Genggam

Ku pandangi handphone yang tergeletak dengan indahnya disampingku. Aku yang sedari tadi tiduran mulai mengamati handphone kesayanganku ini lamat-lamat. Handphone yang selama beberapa bulan terakhir ini telah menemaniku, menghubungkanku pada rekan-rekan dimanapun.

Sejenak aku terdiam..ckk..ckkk..bagaimana mungkn tercipta barang mungil seperti ini, namun memiliki banyak fungsi…???

Humm..jelas-jelas ini bukan bidangku. Aku sama sekali tak mengerti. Yang aku tahu hanyalah bagaimana cara mengoperasikannya, itu sudah cukup.

Namun kali  ini entah mengapa aku meluangkan waktu buat memandangi Hp-ku. Hp kesayanganku. Hp yang aku peroleh  dengan susah payah..hasil dari  usahaku menyisihkan duit beasiswa.. Maklumlah, berkali-kali hp yang dibelikan orangtuaku rusak ditanganku, sehingga kali ini aku harus mengupayakannya sendiri..yahh..itung-itung belajar untuk menjaga barang lha.. Aku kembali memandangi hp black silver hasil kerja kerasku.. Sebenarnya bukan sepenuhnya atas doitku sendiri sih..tentu ada suntikan dana dari papaku..namun, sebagian besarnya tetep dari aku…

Perlahan aku bangkit. Aku mulai duduk di atas tempat tidurku. Aku memencet tombol hp menuju menu inbox.. Aku membaca-baca lagi sms yang dikirimkan untukku. Dari siapapun.  Yahh..aku seneng seperti ini. Aku suka membaca-baca kembali sms yang telah masuk di hp ku. Apabila ada yang amat menarik, akan ku simpan untuk waktu  yang lama..

Setelah puas membaca-baca inbox, aku pun mulai menekan tombol  untuk mengetahui sisa pulsa terakhirku.

Wowww…aku kaget.. Kok cuma sisa segini?? Wahhh..boros amat aku akhir-akhir ini. Rasanya belum lama aku membeli isi ulang pulsa, sekarang..walah..walah..

 Namun, aku tak berlarut dalam duka..ceilee…aku inget kata-kata dari  email yang dikirimkan padaku oleh seorang teman beberapa waktu yang lalu. Semua harus disyukuri. Sekalipun pulsaku harus banyak berkurang –dengan resiko aku tidak punya pulsa di akhir bulan– namun aku bersyukur masi ada temen yang dapat aku hubungi dan menghubungi aku. Artinya, aku tidak sendirian..

Kadangkala, nilai dari sebuah persahabatan tidak dapat diukur dengan sejumlah uang…

Duuuhhhh…puitisnya aku…hehhee

 

 

 

 

 

Leave a Comment